Tuesday, August 30, 2011

Lari Telanjang Kaki Lebih Sehat dan Cepat

LariSepertinya Anda tak perlu buang banyak uang untuk membeli sepatu lari yang mahal, karena sebuah studi membuktikan lari bertelanjang kaki lebih sehat dan aman.

Peneliti di Glasgow University, Skotlandia, menemukan bahwa pelari yang tidak menggunakan sepatu alias tanpa alas kaki cenderung berlari bertumpu pada jari kaki atau bagian tengah kaki. Sedangkan pelari yang menggunakan sepatu berlari bertumpu pada tumit.

Seperti dilansir dari GeniusBeauty, Jumat (7/5/2010), hasil studi menunjukkan bahwa mereka yang tanpa alas kaki saat berlari lebih aman, mengurangi risiko cedera lutut dan pergelangan kaki.

Peneliti mengatakan tanpa alas kaki lengkungan kaki manusia menjadi kuat dan berfungsi sebagai penyerap goncangan yang besar. Tapi pada tahun 70-an sejak pelari pertama kali menggunakan sepatu, orang-orang juga mulai menggunakan sandal atau sepatu saat berlari.

Diperkirakan bahwa pelari yang menggunakan sepatu menghentakkan tumitnya ke tanah sekitar 1000 kali per mil. Menghentakkan tumit sama saja dengan 'memukul tumit dengan palu', yaitu menopang 1,5 sampai 3 kali dari berat badan.

Sedangkan pelari tanpa alas kaki menggunakan teknik berbeda yang lebih lembut, yaitu langkah geser yang halus.

Para ahli mendorong untuk beralih pada kebiasaan lama, yaitu berlari tanpa alas kaki. Dengan bertelanjang kaki maka bisa berlari secara bertahap dan halus, karena berlari dengan cara ini melibatkan otot-otot yang berbeda dibandingkan dengan berlari menggunakan sepatu.

Studi lain yang dilakukan peneliti di Amerika Serikat dan telah diterbitkan dalam jurnal Nature juga menunjukkan bahwa pelari yang bertelanjang kaki dapat mengurangi beban tubuh saat berlari.

"Orang-orang yang tidak memakai sepatu ketika berlari memiliki langkah yang luar biasa," ujar Daniel Lieberman, peneliti dari Universitas Harvard, seperti dilansir dari Dailytech.

Hal ini penting untuk menjalankan perlombaan yang panjang, yang menjelaskan mengapa kinerja pelari yang tidak menggunakan sepatu begitu luar biasa.

Ini terbukti pada pelari marathon legendaris, Abebe Bikila asal dari Ethiopia, yang dapat memenangkan medali emas dalam Olimpiade Marathon 50 tahun lalu tanpa alas kaki.
Baca Selengkapnya - Lari Telanjang Kaki Lebih Sehat dan Cepat

Monday, August 29, 2011

Lari Itu Penting

imgSalah satu olahraga favorit masyarakat adalah berlari atau jogging. Tapi ternyata olahraga ini bisa memberikan beberapa manfaat bagi tubuh. Ini dia 5 alasan mengapa seseorang perlu berlari.

Beberapa penelitian modern telah mengkategorikan berjalan sebagai olahraga yang cocok dilakukan untuk semua kelompok usia, yang tidak memerlukan peralatan dan persyaratan khusus untuk melakukannya.

Seperti dikutip dari Menshealth.com, Rabu (8/12/2010) ada 5 alasan yang membuat seseorang perlu berolahraga lari, yaitu:

1. Latihan kardio yang efisien
Olahraga berlari atau jogging adalah cara yang paling efektif untuk meningkatkan kesehatan jantung dan membakar lemak di tubuh dalam waktu singkat. Jika seseorang berlari dengan kecepatan 6 mil per jam selama 1 jam, maka ia sudah membakar sekitar 700 kalori.

2. Latihan yang murah meriah
Olahraga berlari tidak membuat seseorang harus bergabung menjadi anggota pusat kebugaran tertentu atau membeli peralatan olahraag yang mahal. Peralatan yang dibutuhkan cukup sepasanga sepatu yang baik, kaus kaki, celana pendek dan kaos. Selain itu tempatnya bisa dimana saja, seperti di taman, di halaman rumah atau lingkungan sekitar rumah.

3. Latihan yang bisa menghilangkan stres
Setelah seseorang berlari stabil selama 20 menit, maka tekanan hidup atau stres sehari-hari akan berkurang. Hal ini karena berlari juga melepaskan endorphin, yaitu zat kimia alami yang diproduksi oleh tubuh untuk meringankan rasa sakit dan meningkatkan suasana hati (mood).

4. Latihan yang baik untuk kesehatan

Berlari bisa membantu menguatkan tulang dan membantu mencegah osteoporosis, khususnya bagi kaum perempuan. Selain itu berlari juga termasuk latihan aerobik yang dapat memperbaiki sistem kardiovaskular, menurunkan tekanan darah serta menjaga arteri tetap bersih dari plak-plak.

5. Latihan yang bisa memperpanjang usia
Hal ini berdasarkan hasil studi yang dilaporkan dalam British Medical Journal bahwa orang yang melakukan olahraga lari atau jogging secara teratur memiliki kesempatan lebih besar untuk hidup lebih lama. Kondisi ini karena organ di dalam tubuhnya teruatam jantung dan paru-paru bekerja lebih baik, sehingga aliran darah ke organ lainnya menjadi lebih lancar.

Hal ini menunjukkan bahwa untuk mendapatkan tubuh yang sehat, tak selalu diperlukan biaya yang mahal atau alat olahraga yang mewah. Karena dengan melakukan jogging secara teratur, seseorang bisa mendapatkan tubuh sehat dan manfaat kesehatan lainnya.
Baca Selengkapnya - Lari Itu Penting

Saturday, August 27, 2011

Rajin Jogging Bikin Orang Makin Pintar

orang lariJogging atau berlari disukai banyak orang karena mudah dilakukan dan murah meriah. Selain membuat tubuh sehat, rajin melakukan jogging juga bisa membuat orang makin pintar.

Beberapa penelitian modern telah mengkategorikan jogging sebagai olahraga yang cocok dilakukan untuk semua kelompok usia, karena tidak memerlukan peralatan dan persyaratan khusus untuk melakukannya.

Tak hanya itu, penelitian juga menemukan bahwa jogging yang dilakukan secara rutin dan konsisten dapat pula menjadi latihan otak yang dapat meningkatkan kemampuan intelektualitas.

"Jogging tidak hanya bermanfaat untuk otot tetapi juga otak Anda," jelas Dr Kisou Kubota, pemimpin studi dari Nihon Fukushi University di Handa, Jepang, seperti dilansir Preventdisease, Kamis (30/12/2010).

Menurut Dr Kubota, hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin melakukan jogging dapat mengalami perbaikan memori, kemampuan mental serta fungsi kognitif yang signifikan. Olahraga ini juga dapat membantu memerangui depresi.

Dalam penelitian ini, tim Dr Kubota mempelajari tujuh orang muda yang sehat dengan memulai jogging selama 30 menit, 2 sampai 3 kali seminggu paling sedikit selama 12 minggu.

Setiap partisipan juga menjalani serangkaian tes berbasis komputer yang kompleks, untuk membandingkan kemampuan memori sebelum dan sesudah program jogging dilakukan.

Hasilnya, setelah 12 minggu melakukan jogging, nilai tes secara signifikan meningkat. Ini menunjukkan bahwa jogging tidak hanya memberikan manfaat kesehatan pada tubuh, tetapi juga pada otak.

Alasan bagaimana olahraga ini bisa memperkuat ketajaman mental belum jelas, tetapi penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa jogging bisa mempertahankan aliran darah yang sehat dan oksigen yang dapat melindungi otak.

"Suatu hari nanti hasil penelitian ini dapat membantu dokter dan menemukan cara bahwa latihan jogging dapat membantu pasien Alzheimer untuk meningkatkan fungsi kognitifnya," tutup Dr Kubota.
Baca Selengkapnya - Rajin Jogging Bikin Orang Makin Pintar

Friday, August 26, 2011

Plus Minus dari Olahraga Lari, Renang dan Sepeda

OlahragaBisa jadi lari, sepeda dan renang adalah 3 jenis olahraga yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Tapi bagaimana perbandingan dari ketiga jenis olahraga ini?

Lari, sepeda dan renang adalah latihan kardio yang paling populer dan hampir semua orang memiliki akses untuk melakukannya. Semua kegiatan ini bisa memberikan tubuh yang sehat dan pembakar kalori yang sangat baik.

Untuk mengetahui perbedaan ketiganya, maka simaklah perbandingan ketiga jenis olahraga ini seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (25/4/2011) yaitu:

Kemampuan membakar kalori

  1. Lari: olahraga ini merupakan pembakar kalori terbaik diantara yang lain, seseorang bisa saja membakar 500-800 kalori per jam

  2. Sepeda: olahraga ini umumnya membakar kalori sebanyak 350-650 kalori per jam

  3. Renang: olahraga ini bisa membakar 350-700 kalori per jam


Risiko cedera

  1. Lari: merupakan salah satu olahraga dengan rawan cedera tertinggi akibat adanya tekanan yang terkait dengan latihan tersebut

  2. Sepeda: olahraga ini memiliki dampak risiko yang rendah

  3. Renang: olahraga ini memiliki dampak risiko yang lebih rendah pada tungkai, sendi dan otot karena adanya sifat mendukung dari air. Studi menunjukkan olahraga dalam air setinggi pinggang akan mengurangi tekanan pada sendi sebesar 50 persen, jika setinggi dada mengurangi tekanan pada sendi sebanyak 75 persen. Hal ini membuat olahraga kolam bagus untuk orang yang baru pulih dari cedera.


Biaya

  1. Lari: biaya yang dikeluarkan bisa dibilang tidak ada karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, hanya dibutuhkan sepasang sepatu lari yang nyaman.

  2. Sepeda: biaya yang dikeluarkan terbilang mahal, hal ini tergantung dari jenis sepeda yang dipilihnya.

  3. Renang: olahraga ini terbilang murah dari segi peralatan, yang dibutuhkan hanya sebuah akses mudah untuk masuk ke kolam renang.


Efek terhadap tubuh

  1. Lari: termasuk latihan beban yang bisa membantu membangun kepadatan tulang dan melindungi dari osteoporosis. Latihan ini bagus untuk kaki terutama betis dan paha belakang.

  2. Sepeda: latihan ini bagus untuk membentuk dan mengencangkan paha, paha depan, otot-otot betis dan daerah panggul.

  3. Renang: latihan ini umumnya memberikan manfaat bagi tubuh secara menyeluruh, tapi secara konsisten bisa membangun kepadatan kaki, punggung, bahu dan otot lengan.


Manfaat secara kardio

  1. Lari: meningkatkan aliran darah dan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh sehingga bermanfaat bagi memori, konsentrasi dan ketahanan fisik.

  2. Sepeda: latihan ini baik untuk jantung dan dapat mengurangi timbulnya penyakit jantung.

  3. Renang: melatih tubuh agar bisa menggunakan oksigen secara efisien.


Tidak dianjurkan pada

  1. Lari: orang yang memiliki masalah dasar pada jantung sebaiknya menghindari olahraga ini, serta orang dengan masalah pada pergelangan kaki, lutut dan sendi pinggul.

  2. Sepeda: olahraga ini tidak dianjurkan pada orang yang memiliki masalah tubuh bagian belakang dan rheumatoid

  3. Renang: olahraga ini tidak dianjurkan pada orang yang fobia terhadap air


Bagi orang yang memiliki penyakit diabetes, asma, angina (gangguan jantung), tekanan darah tinggi atau baru melakukan operasi, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Karenanya pemilihan jenis olahraga yang tepat sepenuhnya tergantung pada kondisi kesehatan serta tujuan dari berolahraga.
Baca Selengkapnya - Plus Minus dari Olahraga Lari, Renang dan Sepeda

Thursday, August 25, 2011

Jangan Salah Saat Berlari

BerlariBerlari dan berjalan merupakan bentuk olahraga yang rendah risikonya. Tapi sebagian besar orang tidak berlari dengan benar yang membuatnya tidak mendapatkan manfaat maksimal dan berisiko mengalami cedera.

Setidaknya ada 6 kesalahan yang biasa dilakukan orang ketika sedang berlari. Seperti dikutip Lifemojo, Kamis (28/4/2011), kesalahan saat berlari ini yang seharusnya dihindari.

Terlalu lebar melangkah
Setiap orang memang memiliki panjang langkah yang berbeda-beda. Tapi ketika seseorang melangkahkan kakinya lebih lebar atau panjang kemungkinan bisa menyebabkan postur tubuh yang buruk dan sakit punggung. Karena itu daripada mengambil langkah lebar, lebih baik mengambil langkah pendek-pendek dan berjalan lebih cepat.

Salah menggunakan alas kaki
Menggunakan alas kaki yang salah tidak hanya membuat orang merasa tidak nyaman tapi juga menjadi rentan cedera. Alas yang digunakan harus ringan serta fleksibel yang memungkinkan orang untuk bebas bergerak dan membuat kaki tidak sakit dari tumit hingga ujung kaki.

Jika ingin lama berjalan, pilihlah sepatu yang agak longgar sehingga tidak sakit ketika kaki membengkak. Karena lama berjalan dengan sepatu ketat bisa menyebabkan rasa sakit dan kram.

Pakaian yang tidak tepat
Pakaian yang salah bisa mengganggu termoregulasi (kemampuan tubuh untuk menjaga suhu di dalam agar tidak terlalu berbeda dengan suhu lingkungan) yang nantinya mempengaruhi efisiensi berjalan. Pilihlah pakaian sesuai dengan kondisi lingkungan, jika iklim panas gunakan pakaian yang menyerap keringat dan jika iklim dingin gunakanlah jaket.

Kurangnya ayunan lengan
Normalnya ketika berjalan atau berlari maka lengan akan terayun untuk mengimbangi gerakan kaki, serta membantu gerakan tubuh sehingga bisa berjalan lebih cepat. Kurangnya ayunan lengan bisa memberikan banyak tekanan pada punggung yang bisa menimbulkan nyeri. Jadi pastikan lengan mengayun maju mundur berlawanan arah gerakan kaki.

Postur tubuh yang salah
Postur tubuh yang tidak benar bisa menyebabkan masalah seperti sakit leher, nyeri punggung dan bahu serta kesulitan bernapas. Ketika berlari pastikan tubuh berdiri tegak, jangan membungkuk, tarik perut dan jaga lengkungan alami tulang belakang untuk mencegah tekanan atau stres yang tidak semestinya.

Overtraining
Terlalu semangat membakar kalori bisa membuat orang berlari di luar kapasitasnya yang memicu overtraining. Dampak yang timbul adalah merasa lelah, mudah marah, nyeri dan sakit kepala. Jika seperti ini lebih baik beristirahat dan menyegarkan diri.
Baca Selengkapnya - Jangan Salah Saat Berlari

Wednesday, August 24, 2011

Kecepatan Lari Bisa untuk Mengukur Risiko Sakit Jantung

joggingBagi yang senang jogging atau lari pagi, ada cara mudah untuk memprediksi risiko sakit jantung dalam 10 tahun ke depan. Asalkan mampu menempuh jarak 1,6 km dalam waktu kurang dari 10 menit, kecil kemungkinannya jantung akan bermasalah.

Dalam dunia olahraga, jarak 1,6 km atau 1 mile setara dengan 4 kali panjang lintasan lari di lapangan atletik. Jarak tersebut merupakan standar yang sering digunakan untuk uji ketahanan fisik, baik di kalangan atlet maupun institusi militer.

Sebuah penelitian di UT Southwestern Medical Center mengungkap, jarak 1,6 km juga bisa memprediksi risiko stroke dan serangan jantung khususnya pada pria paruh baya. Makin cepat waktu tempuh pada jarak tersebut, makin kecil risiko sakit jantung dalam 10 tahun berikutnya.

Dalam penelitian tersebut para ahli mengamati 11.000 pria yang menjalani tes fisik di Cooper Clinic, Dallas antara tahun 1970-1990. Dari jumlah tersebut, 1.106 partisipan meninggal dunia sebelum tahun 2006 akibat stroke dan serangan jantung.

Setelah menganalisis dan menyesuaikan datanya dengan berbagai faktor lain, para peneliti menyimpulkan bahwa waktu tempuh saat berlari mempengaruhi risiko untuk mengalami masalah pada jantung. Pengaruhnya paling tampak pada pria paruh baya yakni antara 45-55 tahun.

Misalnya pada usia 55 tahun, pria yang butuh waktu lebih dari 15 menit untuk berlari sejauh 1,6 km risikonya untuk sakit jantung dalam 10 tahun ke depan mencapai 30 persen. Sementara pria yang hanya butuh kurang dari 8 menit, risikonya lebih kecil dari 10 persen.

Selengkapnya, besar kecilnya risiko stroke dan serangan jantung berdasarkan waktu tempuh saat berlari adalah sebagai berikut seperti dikutip dari DailyMail, Jumat (20/5/2011).





















Waktu TempuhRisiko Usia 45 tahunRisiko Usia 55 tahunRisiko Usia 65 tahun
Lebih dari 10 menit12,2 %19,6 %12,2 %
Kurang dari 8 menit3,4 %4,9 %5,6

Sementara itu dalam penelitian terpisah yang dipublikasikan di jurnal Circulation, kaitan waktu tempuh saat berlari dengan risiko sakit jantung tidak ditemukan pada wanita paruh baya. Oleh karena itu, tabel di atas hanya berlaku bagi pria.

"Risiko serangan jantung pada wanita berusia 50 tahun ke bawah sangat kecil. Namun saat beranjak tua, risikonya meningkat secara drastis meski bisa ditangkal dengan berbagai cara termasuk diet yang sehat serta banyak berolahraga," ungkap salah seorang peneliti, Dr Jarett Berry.
Baca Selengkapnya - Kecepatan Lari Bisa untuk Mengukur Risiko Sakit Jantung

Tuesday, August 23, 2011

Lari Mundur Membakar Kalori Lebih Cepat?

Lari MundurSaat berlari, lazimnya orang akan bergerak ke arah depan alias maju. Namun menurut sejumlah penelitian, lari mundur atau mengarah ke belakang bisa memberikan manfaat ekstra karena mampu membakar kalori lebih cepat dibandingkan lari maju.

Membayangkan orang berlari di taman dengan gerakan mundur mungkin akan kelihatan lucu. Namun di London, teknik ini belakangan makin digemari dan makin banyak yang melakukannya di taman-taman kota tanpa harus merasa malu meski cara berlarinya kelihatan aneh.

Salah satu pelatih lari mundur di London, Karl Twomey mengatakan ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan berlari ke arah belakang. Salah satunya melindungi pergelangan kaki, karena bagian ini akan menahan beban lebih kecil dibandingkan saat berlari ke arah depan.

Twomey sendiri baru mulai mempraktikkan lari mundur sejak September 2010, saat sedang berlatih untuk lari marathon. Berawal dari coba-coba, iapun berlari mundur dan menyelesaikan lari jarak jauh tersebut dalam waktu 4 jam 16 menit tanpa mengalami cedera.

"Lari mundur bisa meningkatkan keseimbangan tubuh Anda, sekaligus melatih penglihatan tepi (peripheral vision). Bahkan pendengaran akan semakin peka karena pandangan ke belakang sangat terbatas," ungkap Twomey seperti dikutip dari Dailymail, Senin (23/5/2011).

Karena lebih ramah bagi sendi, lari mundur juga dipakai dalam program pemulihan fisik pada atlet yang mengalami cedera. Sebab menurut penelitian di University of Oregon, lari mundur hanya butuh 80 persen energi untuk mendapatkan manfaat yang sama dengan lari maju.

Namun bagi orang awam yang tidak terlalu sering bermasalah dengan cedera, ada manfaat lain yang bisa didapatkan dengan berlari mundur. Menurut sebuah penelitian di Stellenbosch University, teknik lari semacam ini mampu membakar kalori lebih cepat.

Dalam penelitian yang dilakukan di Afrika Selatan tersebut, sejumlah relawan diminta untuk lari mundur secara teratur sebanyak 3 kali tiap pekan selama 6 pekan berturut-turut. Hasilnya, para partisipan bisa membakar rata-rata 2,5 persen lemak tubuhnya.

Dengan berbagai manfaat tersebut, lari mundur lebih cocok bagi yang ingin cepat kurus namun tidak ingin menanggung risiko tinggi untuk cedera. Kerugiannya hanya satu, jika dilakukan di tempat umum barangkali akan menjadi pusat perhatian karena bagaimanapun teknik ini terlihat agak aneh.
Baca Selengkapnya - Lari Mundur Membakar Kalori Lebih Cepat?

Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Postur Tubuh Buruk

bungkukKebiasaan Sehari-hari yang Bikin Postur Tubuh Buruk - Memiliki postur tubuh yang baik tentunya akan membuat Anda tampil lebih percaya diri. Sayangnya, tanpa disadari banyak orang sering melakukan hal-hal kecil yang ternyata bisa membuat postur tubuhnya buruk. Apa saja?

Dilansir Buzzle, Kamis (11/11/2010), berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang membuat postur tubuh Anda buruk:

1. Cara duduk
Membungkuk ke depan sambil duduk di depan komputer atau duduk dengan posisi 'C' di depan meja. Posisi 'C' berarti Anda terlalu condong ke depan sehingga menyebabkan banyak tekanan pada tulang belakang. Posisi ini dapat menyebabkan stres pada tubuh. Selain itu, menggeser kursi terlalu ke depan juga dapat membuat postur tubuh memburuk.

2. Membawa tas berat
Membawa tas yang berat pada 1 bahu untuk jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan kedua bahu menjadi tidak sama yang akhirnya memperburuk postur tubuh.

3. Tidur dengan bantal tinggi

Tidur dengan bantal terlalu tinggi atau dengan posisi membentuk lengkungan (membungkuk) dan memeluk lutut dapat membuat posisi tulang belakang membungkuk.

4. Sepatu hak terlalu tinggi

Menggunakan sepatu dengan hak terlalu lama juga dapat membuat postur tubuh Anda buruk.

5. Menjadi gemuk

Banyak makan makanan berlemak yang akhirnya membuat Anda gemuk juga dapat mempengaruhi postur tubuh.

Bagaimana mendapatkan postur tubuh yang baik?


Mendapatkan postur tubuh yang baik bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan cara cepat dan mudah. Anda harus bisa mengubah kebiasaan buruk saat duduk, berdiri ataupun tidur.

Posisi duduk yang benar


  1. Selalu menempatkan kedua kaki rata di lantai, ini bisa menyelaraskan tubuh ke tempat duduk Anda.

  2. Ketika duduk, pastikan lutut berada pada tingkat yang sama seperti pinggul dan membentuk sudut 75 sampai 90 derajat dengan siku.

  3. Jaga bahu lurus setiap saat. Hindari membungkuk dan bersandar ke depan ketika berada di depan komputer.

  4. Selalu luangkan waktu untuk peregangan setelah duduk lama



Posisi berdiri yang benar
Selalu jaga kepala dalam keadaan lurus. Telinga harus sejalan dengan bahu dan bahu harus lurus dengan lutut agar membuat Anda tegak. Ingatlan untuk tidak bungkuk ketika berdiri.

Posisi tidur yang benar


  1. Gunakan bantal dengan ketinggian sedang dan tidak terlalu tinggi

  2. Tempatkan bantat di bawah kepala dan bukan di bawah bahu

  3. Tidur dalam posisi yang membantu mempertahankan kurva punggung, hindari memeluk lutut ketika tidur.

  4. Pastikan kualitas kasur yang nyaman untuk berbaring

  5. Jika akan bangun dari posisi tidur, terlebih dahulu menggerakkan kaki yang kemudian didorong dengan bantuan tangan.

Baca Selengkapnya - Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Postur Tubuh Buruk

Monday, August 22, 2011

Cara Menahan Pipis Saat Kondisi Darurat

toiletCara Menahan Pipis Saat Kondisi Darurat - Menahan pipis alias buang air kecil sangat tidak disarankan karena berbahaya bagi kesehatan ginjal. Tapi saat kondisi darurat seperti dalam perjalanan atau macet, orang terkadang diharuskan untuk menahan buang air kecil untuk beberapa waktu. Bagaimana caranya?

Dilansir Ehow, Kamis (11/11/2010), berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menahan buang air kecil di saat darurat:

1. Relaksasi otot panggul atau latihan Kegel
Fokus dan cobalah merelaksasikan otot panggul dan perut pada saat yang sama, metode ini bisa membuat otot-otot yang mengelilingi uretra tertutup. Hal ini sangat mirip dengan melakukan latihan Kegel.

Cara senam kegel

Teknik senam Kegel yang mudah dilakukan caranya adalah kontraksikan otot seperti menahan kencing untuk awalnya selama 5 detik, kemudian kendurkan. Terus ulangi latihan tersebut setidaknya lima kali berturut-turut dengan meningkatkan lama waktu menahan kencing 15-20 detik.

Latihan ini tergolong mudah karena bisa dilakukan kapan saja dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Latihan bisa dilakukan di kursi kerja, sambil duduk, sambil berjalan, sambil berdiri, atau berbaring.

Saat mengendarai mobil bahkan saat berada di kamar kecil pun dilakukan senam ini yang penting semua latihan ini dilakukan dalam keadaan tenang.

2. Silangkan kaki saat berdiri
Menyilangkan kaki dapat membantu Anda menahan buang air kecil saat sedang berdiri. Jangan menyilangkan kaki jika Anda sedang dalam keadaan duduk, tapi cobalah menyilangkannya dengan sedikit diangkat (gaya duduk laki-laki). Hal ini dapat menekan kandung kemih.

3. Duduk tegak
Jika Anda dalam keadaan duduk, cobalah duduk pada posisi tegak dengan punggung lurus agar memberikan ruang maksimal pada kandung kemih. Tekan paha secara bersamaan dan tidak bersandar.

4. Tidak ganti posisi
Usahakan tidak mengganti posisi Anda sebelum dapat pergi ke kamar mandi. Jika Anda semula dalam keadaan duduk, maka tetaplah duduk. Mengubah posisi tubuh dapat menyulitkan Anda menahan buang air kecil.

5. Alihkan pikiran

Mengalihkan pikiran untuk sementara waktu dapat membantu Anda menahan buang air kecil. Jangan berpikir apapun yang mengingatkan Anda dengan kamar mandi.

6. Minum banyak setelah pipis
Setelah ketemu toilet segera keluarkan kemih tersebut. Lalu minum banyak air agar Anda kembali buang air kecil untuk membuang racun dan bakteri yang tertinggal di saluran kemih.

Harus diingat, menahan buang air kecil dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan dampak yang serius, terutama pada organ ginjal.

Seperti yang disampaikan Dr dr Nur Rasyid, SpU saat dihubungi detikHealth, saat seseorang menahan buang air kecil, maka kandung kemih akan melar atau meregang. Hal ini akan membuat pompa di kandung kemih tidak bisa berfungsi dengan baik saat buang air kecil, sehingga tak jarang banyak orang yang baru selesai buang air kecil, tak lama kemudian akan timbul kembali rasa ingin kencing.

"Urine yang tersisa banyak di kandung kemih membuat saluran tersebut mudah terkena infeksi bakteri. Tapi jika akibat menahan tersebut membuat pompa kandung kemih memberikan tekanan yang tinggi, maka bisa mengakibatkan kerusakan ginjal," ungkap dokter yang berpraktek di RSCM dan RS ASRI ini.
Baca Selengkapnya - Cara Menahan Pipis Saat Kondisi Darurat

Sunday, August 21, 2011

Makanan Sehat untuk Pasien Kemoterapi

kentangMakanan Sehat untuk Pasien Kemoterapi - Makanan untuk pasien kemoterapi perlu mendapatkan perhatian khusus, karena proses kemoterapi biasanya menimbulkan efek samping yang berhubungan dengan selera makan. Makanan apa saja yang sehat untuk pasien kemoterapi?

Ketika menjalani kemoterapi, pasien kanker sering mengalami efek samping seperti kehilangan nafsu makan, mual atau kesulitan mengunyah dan menelan.

Untuk itu, pasien kemoterapi sebaiknya diberikan makanan bergizi dan cukup kalori untuk menghindari penurunan berat badan yang tidak diinginkan.

Dilansir Livestrong, Rabu (10/11/2010), berikut beberapa makanan sehat yang baik untuk pasien kemoterapi:

1. Kentang tumbuk
Kentang tumbuk tidak hanya sehat dan kaya nutrisi, makanan ini juga salah satu makanan terbaik untuk pasien kemoterapi. National Cancer Institute merekomendasikan kentang tumbuk karena makanan ini lunak dan mudah dikunyah. Makanan ini juga lembut dan ringan di perut, sehingga penting untuk mengurangi mual dan muntah.

Kentang tumbuk bisa dimasak dengan susu dan mentega untuk meningkatkan kalori yang dapat membantu menghindari penurunan berat badan.

2. Keju Cottage

Keju Cottage (keju rendah lemak) memiliki beberapa keunggulan untuk pasien kemoterapi. Keju ini tinggi protein sehingga dapat mempercepat penyembuhan dan memulihkan energi. Selain itu, keju Cottage juga lembut dan mudah dikunyah. Keju Cottage tersedia dalam ukuran individu yang dapat digunakan sebagai camilan.

3. Telur
Telur juga tinggi protein yang cocok untuk pasien kemoterapi. Cobalah menyajikan telur dengan cara berbeda, seperti panas atau dingin. Orak arik telur juga cocok untuk makanan ringan pasien kemoterapi, sedangkan salad telur yang ditambah mayones bisa untuk menambahkan kalori.

4. Sup
Sup adalah pilihan lain yang cocok untuk pasien kemoterapi. National Cancer Institute menyatakan bahwa banyak orang tidak ingin makan makanan padat setelah kemoterapi, tetapi pasien tersebut masih perlu mendapatkan kalori, vitamin dan mineral.

Sup dapat membantu memenuhi nutrisi pasien kemoterapi. National Cancer Institute merekomendasikan sup krim, seperti krim sup brokoli yang tinggi kalori sehingga dapat membantu mengurangi dan mencegah penurunan berat badan dari kemoterapi.

5. Kacang-kacangan
Kacang adalah sumber gizi dan protein untuk pasien yang mengalami kesulitan makan daging. Hindari menggunakan rempah-rempah yang kuat pada makanan berbahan kacang, karena rempah-rempah yang kuat dapat mengganggu ketidaknyamanan perut.

6. Puding

Puding cocok untuk camilan pasien kemoterapi. Jika Anda membuat puding sendiri, pertimbangkan untuk menambahkan susu atau bahan lain yang dapat meningkatkan gizi dan kalori.
Baca Selengkapnya - Makanan Sehat untuk Pasien Kemoterapi

Saturday, August 20, 2011

Kapan Orang Perlu Melakukan Cuci Usus?

UsusAkibat pola makan yang kurang baik selama bertahun-tahun bisa terjadi penumpukan kotoran dan limbah dalam usus besar. Jika limbah tersebut tidak bisa dikeluarkan bisa menjadi racun yang membahayakan, dan salah satu teknik membersihkannya adalah dengan cuci usus.

Kenapa bisa terjadi penumpukan kotoran di usus besar?
Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam seperti limbah feses yang tidak hancur dan menyelip di usus besar, ada jaringan seluler yang mati, ada mukus atau cairan kental yang membungkus dinding usus, ada parasit, cacing dan lainnya.

Jika racun-racun itu tidak dikeluarkan oleh tubuh maka bisa masuk ke aliran darah yang berefek ke tubuh dengan gejala lemah, letih dan sering sakit-sakitan.

Dilansir dari MyOptumHealth, Rabu (10/11/2010), jika terjadi pembengkakan usus besar akan membuat orang kesulitan buang air besar. Jika kondisi seperti ini sudah terjadi maka cuci usus bisa menjadi jalan keluarnya.

Nah dengan cuci usus diharapkan semua penumpukan kotoran dalam usus besar bisa dibersihkan. Berbagai teknik pencucian usus diklaim bisa mencegah kanker usus serta mengurangi risiko berbagai penyakit imunitas seperti rematik dan asma.

Tapi sebelum memutuskan untuk mencoba, ada baiknya untuk tahu apa saja risikonya.

Usus merupakan tempat penyerapan nutrisi dari makanan. Sisa-sisa makanan hasil metabolisme yang tidak diserap akan dikeluarkan dalam berbagai bentuk, termasuk feses yang keluar melalui anus.

Karena berbagai hal, pengeluaran itu bisa terhambat sehingga terjadi penumpukan di usus besar. Jika terlalu lama menumpuk, dikhawatirkan racun tertentu yang terkandung dalam kotoran-kotoran itu akan terserap kembali oleh usus dan menyebabkan penyakit.

Dalam kondisi seperti ini, cuci usus bisa mencegah racun-racun itu terserap kembali oleh usus. Selama tekniknya aman dan memang kondisi tubuh membutuhkannya, cuci usus tentu boleh dilakukan.

Ada 2 teknik pencucian usus:


Pertama adalah dengan menggunakan laksatif atau pencahar.
Penggunaan laksatif punya efek samping jika digunakan secara berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan. Di antaranya adalah ketergantungan yang memicu sindrom usus malas, serta efek samping lainnya seperti diare atau dehidrasi.

Kedua, teknik berupa colon hidrotherapy, yakni pencucian usus dengan cara memasukkan selang ke dalam usus lalu menyemprotkan air bertekanan rendah untuk membilas isi perut.

Penyemprotan air ke dalam usus bisa memicu penyerapan air secara berlebihan. Jika ini terjadi, maka dampaknya adalah ketidakseimbangan kimiawi di dalam tubuh yang bisa menyebabkan muntah, pusing, penumpukan cairan di paru dan bahkan serangan jantung.

Risiko lain dari penyemprotan usus dengan menggunakan selang adalah infeksi. Jika selang yang dipakai tercemar bakteri, maka bisa timul infeksi yang pada tingkat keparahan tertentu bisa menyebabkan perforasi atau lubang di usus.

Satu hal yang perlu diingat, tubuh punya mekanisme sendiri dan tahu betul bagaimana caranya mengeluarkan racun dan kotoran di dalam usus. Campur tangan terhadap proses alamiah bisa memicu gangguan, sehingga lebih aman jika dilakukan saat benar-benar dibutuhkan saja.
Baca Selengkapnya - Kapan Orang Perlu Melakukan Cuci Usus?

Friday, August 19, 2011

Jangan Sembarangan Minum Suplemen Vitamin E

Vitamin ESejak dulu vitamin E dikenal sebagai antioksidan yang bisa melawan penyakit, radikal bebas serta membantu reproduksi normal manusia. Tapi sebaiknya jangan sembarangan minum suplemen vitamin E karena bisa meningkatkan risiko stroke.

Peneliti di Harvard Medical School, Boston, dan INSERM di Paris menemukan bahwa suplemen vitamin E dapat meningkatkan risiko beberapa jenis stroke.

Haemorrhagic stroke (stroke pendarahan) adalah tipe stroke paling jarang dan terjadi bila pembuluh yang memasok darah ke otak pecah sehingga menyebabkan kerusakan otak. Peneliti menemukan bahwa vitamin E meningkatkan risiko stroke ini sebesar 22 persen.

Tapi penelitian ini juga menemukan bahwa vitamin E ternyata bisa mengurangi risiko stroke iskemik, yaitu tipe paling umum dari stroke, sebesar 10 persen.

"Namun, suplemen vitamin E hanya sedikit mengurangi risiko stroke iskemik dan hasil umumnya justru lebih besar meningkatkan risiko haemorrhagic stroke. Jadi kami menyarankan untuk berhati-hati dan tidak sembarangan minum vitamin E," terang Dr Peter Coleman, wakil direktur riset The Stroke Association, dilansir BBCNews, Sabtu (6/11/2010).

Dr Coleman memperingatkan bahwa orang sebaiknya tetap menjaga gaya hidup sehat dan menjaga tekanan darah serta kolesterol. Hal tersebut memiliki efek jauh lebih besar dalam memotong risiko stroke iskemik daripada harus minum suplemen vitamin E.

"Ini merupakan studi yang sangat menarik, yang menunjukkan bahwa risiko haemorrhagic stroke bisa sedikit meningkat oleh tingginya tingkat suplemen vitamin E yang diminum," jelas Dr Coleman.

Dr Coleman juga mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menemukan mekanisme aksi serta batas aman mengonsumsi vitamin E.

"Kami mendesak orang untuk mempertahankan gaya hidup dengan pola makan seimbang, olahraga teratur dan pengawasan tekanan darah mereka untuk mengurangi risiko stroke. Tetapi akan sangat menarik melihat penelitian lebih lanjut dalam studi ini. Tentunya orang juga tidak boleh sembarangan minum suplemen vitamin E," tutupnya.
Baca Selengkapnya - Jangan Sembarangan Minum Suplemen Vitamin E

Wednesday, August 17, 2011

Tips untuk Cek Kesehatan Agar Optimal

Cek KesehatanPemeriksaan kesehatan secara menyeluruh (General Medical Check-Up) perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui ada tidaknya kelainan atau penyakit yang berpotensi membahayakan.

Ada beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan saat melakukan medical check up seperti disarankan Laboratorium klinik Prodia yang dilansir Rabu (3/11/2010).

1.Pilihlah laboratorium atau rumah sakit yang profesional, terakreditasi dan mengutamakan mutu, agar hasil GMC kita dapat dipercaya dan menggambarkan kondisi kesehatan Anda yang sebenarnya.

2.Jangan terpaku pada nama paket GMC yang ditawarkan serta harganya. Sebaiknya kita bandingkan rincian pemeriksaan yang tercakup dalam masing-masing paket GMC yang ditawarkan.

Isi panel GMC yang diambil sebaiknya disesuaikan dengan usia, riwayat kesehatan keluarga, dan gaya hidup. Tidak ada salahnya bila kita berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menetapkan pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan sesuai kebutuhan Anda.

3. Ikuti semua persyaratan pemeriksaan dan lakukan persiapan sebelum pemeriksaan secara seksama.
4. Berikan informasi yang ditanyakan petugas secara jujur dan jelas.
5. Sebaiknya lakukan GMC di pagi hari, di mana tubuh dalam keadaan stabil setelah istirahat (tidur malam).

Kenapa harus melakukan medical check up?

Seringkali seseorang baru menyadari arti kesehatan ketika sudah jatuh sakit. Dan kesibukan sehari-hari sering membuat lupak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh secara berkala.

General Medical Chec-Up (GMC) merupakan pemeriksaan minimal lengkap berupa beberapa jenis pemeriksaan laboratorium dan penunjang diagnostic lain yang harus dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kelainan atau penyakit yang umum terjadi dan potensial membahayakan.

Manfaat General Medical Check-Up
Secara garis besar, manfaat yang didapatkan dari General Medical Check-Up antara lain:

  1. Mencegah berkembangnya suatu kelainan atau penyakit

  2. Melakukan pengobatan segera

  3. Mencegah atau menunda terjadinya komplikasi

  4. Menghemat biaya pengobatan

  5. Memperpanjang usia produktif dan usia harapan hidup

  6. Meningkatkan kualitas hidup


Persiapan mental juga diperlukan ketika menghadapi hasip General Check-Up, karena ternyata bisa saja ditemukan kelainan kesehatan berdasarkan hasil tersebut.

Seseorang akan lebih tenang apabila hasil pemeriksaan tersebut tidak mengindikasikan adanya kelainan atau penyakit, namun apabila ternyata ditemukan kelainan, sesungguhnya kita diuntungkan karena bisa mengetahuinya lebih dini serta memiliki waktu yang cukup untuk tindakan selanjutnya.

GMC memberikan gambaran minimal lengkap secara umum atas kondisi kesehatan kita, oleh karena itu beberapa kelainan atau penyakit yang mungkin terjadi bisa diketahui secara langsung maupun tidak langsung.

Penyakit yang dapat langsung dideteksi dengan GMC adalah hipertensi, diabetes melitus, kelainan lemak darah, penyakit darah (anemia, kanker darah), penyakit hati (hepatitis, sirosis, kanker hati), penyakit ginjal (infeksi, kebocoran ginjal, gagal ginjal), penyakit rematik asam urat, penyakit paru, dan penyakit jantung koroner.

Sementara itu, untuk penyakit yang tidak langsung terdeteksi maka GMC merupakan langkah awal menuju ke arah kepastian diagnosis dari penyakit yang diduga.
Baca Selengkapnya - Tips untuk Cek Kesehatan Agar Optimal

Tuesday, August 16, 2011

Ramuan Herbal untuk Keluarkan Debu dari Paru-paru

Ramuan HerbalLetusan Gunung Merapi yang masih sering terjadi membuat daerah-daerah dekatnya harus merasakan hujan abu yang bisa membahayakan saluran pernapasan. Tapi dengan pengobatan herbal setidaknya bisa mengurangi risiko kesehatan tersebut.

"Yang paling masuk akal untuk multivitamin korban dan relawan bencana berdebu seperti Merapi adalah yang berfungsi mengeluarkan debu dari paru-paru, salah satunya ramuan herbal," jelas dr Hardhi Pranata SpS, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) saat dihubungi detikHealth, Jumat (5/11/2010).

Menurut dr Hardhi, minum ramuan-ramuan herbal asli Indonesia yang mudah dijumpai seperti kapulaga, meniran, jahe mampu membantu mengeluarkan debu dari paru-paru.

"Kencur dan kunyit dicampur jeruk nipis dan satu sendok kecap juga efektif mengeluarkan dahak dan riak dari saluran pernapasan, jadi bisa mengeluarkan debu-debu yang masuk saluran pernapasan," jelas dr Hardhi lebih lanjut.

Tak hanya itu, dr Hardhi mengatakan mengeluarkan dahak atau lendir dari saluran pernapasan juga bisa dilakukan dengan pengobatan gurah (pengobatan tradisional dengan mengeluarkan lendir yang kotor, beracun dan mengandung berbagai kuman penyakit) atau dengan menghirup daun mentol.

"Selain berfungsi mengeluarkan debu dari saluran pernapasan, ramuan herbal juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bersifat antibakteri," tambah dr Hardhi.

Ramuan herbal seperti klorofil dan spirulina juga dapat membantu korban bencana Merapi. Spirulina merupakan algae atau tumbuhan laut dalam yang mampu hidup dengan kondisi yang kurang sinar matahari dan oksigen.

"Jadi nggak heran kalau spirulina dan klorofil punya kemampuan mengikat banyak oksigen di aliran darah. Ini cocok untuk daerah yang berdebu, tapi sayang spirulina biasanya banyak terdapat di kota besar, jadi agak susah ditemukan di daerah bencana," jelas dr Hardhi.

dr Hardhi sendiri lebih menyarankan untuk menggunakan ramuan herbal cair yang mudah didapatkan dan sangat bermanfaat untuk daerah bencana Merapi.

"Saya malah menyarankan kalau produsen-produsen jamu yang ada di dekat daerah bencana mau ramai-ramai menyumbangkan jamunya untuk korban dan relawan Merapi. Jangan hanya mi instan saja, tetapi obat-obatan juga. Nggak perlu multivitamin yang macam-macam atau antibiotik, jamu juga relevan," himbau dr Hardhi
Baca Selengkapnya - Ramuan Herbal untuk Keluarkan Debu dari Paru-paru