Showing posts with label Kanker. Show all posts
Showing posts with label Kanker. Show all posts

Friday, October 25, 2013

Mengenal Gejala Kanker Serviks dan Cara Mengobatinya.

Kanker serviks merupakan satu penyakit yang sangat banyak dijumpai pada wanita. Dan juga salah satu penyakit kanker yang dapat ditemukan penyebabnya. Kanker serviks desebabkan oleh sebuah virus dengan nama Human Papiloma Virus (HPV), virus ini dapat menular secara langsung dengan melalui kontak kulit, dengan masa inkubasinya bisa lebih dari sepuluh tahun, karena itu distadium awal tidak ada gejala apapun, namun kanker serviks sebenarnya dapat dicegah juga dapat dideteksi, dengan cara melakukan skrining kanker serviks secara rutin.

Nah bagaimana sih sebenarnya gejala kanker serviks, berikut mari kita simak bermas.

Gejala Kanker Serviks :

1.    Biasanya pada pasien kanker serviks banyak berkaitan dengan erosi serviks, erosi serviks yang parah adalah penyebab utama terjadinya canceration.

2.    Terjadi Pendarahan Kontak, seringkali terjadi pendarahan kontak setelah terjadinya hubungan badan atau saat melakukan pemeriksaan ginekologi, juga bisa terlalu memaksa pada saat buang air besar sehingga ada darah segar yang bercampur dengan sekresi vagina atau keputihan. Gejala ini adalah gejala yang paling sering terjadi, sekitar 70-80 % penderita kanker serviks mengalami gejala pendarahan vagina.

3.    Terjadi Pendarahan tidak teratur pada vagina, jika ada wanita usia lanjut yang telah menopause bertahun-tahun, tiba-tiba “menstruasi” lagi tanpa sebab. Dengan jumlah pendarahan yang tidak terlalu banyak dan tidak disertai dengan gejala-gejala haid patut Anda mewaspadai, karena bisa jadi itu menjadi gejala awal dari kanker serviks. Nah agar terhindar dari kanker serviks segera lakukan pemeriksaan dini atau sikrining.

4.    Sering Merasakan Sakit di perut bagian bawah atau daerah lumbosakral, terkadang sakit juga timbul di perut bagian bawah, paha atas dan persendian panggul saat menstruasi. Juga bisa terjadi saat buang air besar atau sedang melakukan hubungan badan. Rasa sakit akan semakin terasa saat infeksi sudah meluas dibagian bawah sehingga membentuk peradangan kronis pada jaringan ikat parametrium. Jika ligament utama serviks semakin menebal maka rasa sakit akan semakin berat.

5.    Terjadi peningkatan sekresi Vagina atau lebih sering dikenal dengan keputihan. Rata-rata sekitar 75-85% penderita kanker serviks mengalami peningkatan sekresi vagina dengan tingkatan yang berbeda. Kanker serviks disebabkan karena rangsangan dari lesi kanker yang berfungsi sekretori dari kelenjar serviks yang meningkat, sehingga menimbulkan munculnya lender.Keputihan yang abnormal seperti ini patut diwaspadai sebagai gejala dari kanker serviks. Keputihan abnormal semacam ini, termasuk jumlah yang meningkat dan perubahan karakteristik, adalah gejala dini kanker serviks.

Seorang pakar kanker serviks Rumah Sakit Modern Cancer Guangzhou mengingatkan, bahwa dengan rutin melakukan skrining terhadap kanker serviks dapat membantu seseorang terhindar dari kanker serviks. Apabila terdeteksi sesorang mengalami gejala kanker serviks harus segera dibawa ke Rumah Sakit untuk segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan agar kanker servik tidak terlanjur parah.

Nah bagi seseorang yang sudah dinyatakan menderita kanker servik ada beberapa alternative pengobatan yang bisa dilakukan, namun ada banyak factor yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan atau memilih cara pengobatan kanker serviks. Di antaranya factor yang harus diperhatikan adalah ukuran kanker, usia pasien serta kesehatan secara keseluruhan penderita kanker, juga tingkat stadium dan lainnya. Pengobatan kanker serviks diantaranya adalah operasi pengangkatan, pengobatan kolaborasi medis dengan tradisional, radioterapi, kemoterapi dan lainnya. Semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya - Mengenal Gejala Kanker Serviks dan Cara Mengobatinya.

Tuesday, December 13, 2011

Kunyit dan Sambiloto Jamu anti kanker

kunyit sambiloto

Kunyit dan Sambiloto Jamu anti kanker - Senyawa aktif kurkumin pada kunyit dan andrografolida pada sambiloto ketika berdiri sendiri sudah terbukti memiliki khasiat masing-masing. Ketika keduanya dipadukan, ternyata mampu membentuk satu formula antikanker yang sinergis.

Paduan senyawa aktif kunyit dan sambiloto itu hasil riset Sukardiman (47), profesor termuda di bidang botanifarmasi-farmakognosi dari Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Risetnya dimulai sejak tahun 1999.

Saat ini racikan yang diberi nama kapsul androma itu sudah menjadi obat herbal terstandar (OHT). Sukardiman meningkatkannya lagi supaya menjadi fitofarmaka, yang nantinya bisa diresepkan dokter.

”Inspirasi perpaduan kunyit dan sambiloto ini dari masyarakat yang sudah sejak lama mengenal teknik kombinasi ekstrak herbal untuk jamu-jamuan,” kata Sukardiman, Selasa (25/1), ketika ditemui di ruang kerjanya.

Ia menyebut, ada perpaduan atau kombinasi jamu dari ekstraksi beras dan kencur menjadi ”jamu beras kencur”. Kemudian dari kunyit dan asem membentuk ”jamu kunyit asem”.

”Formulasi antikanker dengan senyawa aktif kunyit dan sambiloto ini selaras dengan formula jamu tradisional,” kata Sukardiman.

Perpaduan dua ekstrak herbal atau lebih itu memiliki fungsi. Antara lain supaya komponen- komponennya saling mendukung atau saling mengurangi efek samping.

Sukardiman juga mengacu traditional chinese medicine (TCM) yang dikenal paling maju di dunia dalam mengembangkan obat herbal. Formula obat herbal TCM juga tersusun dari kombinasi bahan aktif utama (monarch drug), bahan aktif pendukung (ministry drug), dan bahan aktif yang mengurangi efek samping (adjuvant drug).

Adjuvant drug mengurangi efek samping yang mungkin ditimbulkan monarch drug atau ministry drug atau ditimbulkan oleh kedua-duanya.

Sukardiman menjelaskan, pengembangan obat herbal mencakup tiga kategori, yaitu jamu, OHT, dan fitofarmaka.

Jamu sebagai obat tradisional didasarkan pengalaman empirik masyarakat dalam kurun waktu lama. OHT beranjak dari sekadar racikan herbal, yaitu dengan menetapkan standardisasi komponen-komponen herbal terutama melalui uji praklinik (uji dengan hewan coba seperti kelinci, tikus, dan mencit).

Kemudian fitofarmaka adalah OHT yang telah diuji klinik pada manusia. Sukardiman sekarang menempuh uji klinik untuk formula campuran senyawa aktif pada kunyit dan sambiloto ini bekerja sama dengan Poli Obat Tradisional Indonesia Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo, Surabaya.

Selama ini, rimpang kunyit diketahui menjadi zat antiradang, antiseptik, dan pencegah kanker. Kunyit diketahui pula berkhasiat untuk menghilangkan sakit mag, keputihan, atau peluruh darah haid agar cepat selesai, serta meredakan rasa nyeri saat haid.

Kemudian daun sambiloto dengan rasa pahit dikenal masyarakat untuk mengobati penyakit kencing manis (diabetes melitus), tifus, penyakit kulit gatal-gatal, antimalaria, dan mencegah kanker. Sambiloto juga bermanfaat menjaga daya tahan atau stamina tubuh.

Dipatenkan

Meskipun riset kapsul androma dari hasil perpaduan senyawa aktif kunyit dan sambiloto ini dikerjakan Sukardiman sejak tahun 1999, hingga sekarang masih saja belum dipatenkan.

”Saya masih mencoba mengisi formulir pendaftaran paten. Tetapi tidak semudah seperti yang saya bayangkan,” kata Sukardiman.

Ia berharap, melalui kerja sama dengan unit tertentu di Universitas Airlangga akan terbantu untuk mengurus paten. Sembari ia menanti hasil uji klinik yang ditargetkan mencapai 36 pasien penderita kanker payudara stadium dua. ”Saat ini tercapai 11 pasien untuk uji klinik,” kata Sukardiman.

Pada uji praklinik sebelumnya, kapsul androma terbukti aman dan memberi manfaat membunuh sel kanker yang ditanamkan pada hewan coba. Untuk analisis hasil uji klinik sementara pada 11 pasien dijadwalkan pada Februari 2011.

Kontribusi Sukardiman telah menunjang inovasi di bidang teknologi obat herbal. Pilihan untuk antikanker didasari banyak hal. Di antaranya, menurut Sukardiman, pengobatan kanker dengan kemoterapi masih memengaruhi jaringan yang normal bisa ikut rusak. Bahkan, beberapa jenis kanker telah resisten terhadap kemoterapi.
Baca Selengkapnya - Kunyit dan Sambiloto Jamu anti kanker

Wednesday, May 18, 2011

Getah Patikan Kebo Jadi Obat Kanker Kulit

patikan

Tanaman Patikan Kebo sejak lama digunakan sebagai obat alternatif. Orang Filipina menggunakannya sebagai obat demam berdarah, sementara di Indonesia untuk mengatasi asma, batuk dan sariawan.

Nah, baru-baru ini, para peneliti di Inggris menemukan manfaat baru dari getah Patikan Kebo yakni sebagai obat kanker kulit. Bagi pasien kanker kulit melanoma, getah ini bisa menghambat pertumbuhan dan bahkan membunuh sel-sel kanker.

Selama ini pengobatan medis sering gagal mengatasi kanker kulit dan pilihan terakhir yang bisa ditempuh biasanya adalah operasi. Tapi bagi yang tidak ingin buru-buru melakukan operasi, getah tanaman Patikan Kebo boleh dicoba sebagai alternatif pengobatan.

Patikan Kebo (Euphorbia hirta L) merupakan keluarga Euphorbiaceae, tanaman liar yang banyak tumbuh di pekarangan. Keluarga herbal ini dicirikan dengan batang lunak yang tidak begitu kuat menyangga daun, serta memiliki getah putih yang cukup kental.

Saat diuji coba pada 36 pasien yang rata-rata memiliki 48 lesi atau luka karena kanker melanoma, manfaat getah ini cukup memuaskan. Dengan mengoleskannya setiap hari, jumlah lesi berkurang rata-rata 41 buah hanya dalam 1 bulan.

"Penelitian ini masih berskala sangat kecil, tapi akan sangat menarik jika ditindaklanjuti dengan penelitian yang lebih besar untuk mengungkap senyawa apa yang berkhasiat sebagai antikanker," ungkap Kimberley Carter dari British Association of Dermatologists, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (26/1/2011).

Dalam percobaan ini, para peneliti menggunakan spesies lain dari Patikan Kebo yakni Euphorbia peplus yang di Eropa lebih dikenal dengan julukan Milkweed. Spesies ini memiliki getah dengan kandungan kimia yang kurang lebih sama seperti Patikan Kebo.

Kanker kulit melanoma yang disebabkan oleh radiasi sinar matahari ini umumnya tidak mematikan, namun kadang-kadang dampaknya bisa sangat menggangu penampilan. Jika pengobatan tidak berhasil, jalan terakhir yang ditempuh untuk mengatasinya adalah lewat operasi.(detikhealth)
Baca Selengkapnya - Getah Patikan Kebo Jadi Obat Kanker Kulit

Thursday, February 10, 2011

Pertumbuhan Tumor

Mekanisme pengaturan yang mengontrol pertumbuhan sel-sel kanker berbeda dengan sel yang normal. Tidak seperti sel normal, sel kanker tumbuh dengan efek piramid. Akan tetapi, mereka tumbuh dengan kecepatan yang sama dengan pertumbuhan jaringan asalnya (misalnya, kanker payudara tumbuh dengan kecepatan yang sama dengan pertumbuhan jaringan payudara normal saat perkembangan). Waktu yang dibutuhkan oleh suatu tumor untuk mencapai ukuran teretentu disebut waktu penggandaan. Setiap tumor kemungkinan mengalami 30 kali penggandaan sebelum mereka dapat terdeteksi secara klinis. Diantara waktu penggandaan ketujuh dan kesepuluh memungkinkan bagi tumor untuk melepaskan sel, proses ini disebut mikrometastasis. Selama masa awal pertumbuhan tumor, waktu penggandaan lebih cepat dibandingkandengan tahap lainnya. Pola pertumbuhan ini disebut fungsi Gompertzian. Sel-sel tumor lebih sensitif terhadap kemoterapi dibandingkan dengan sel normal yang bersifat toksik terhadap sel-sel yangsedang membelah dengan cepat.
Baca Selengkapnya - Pertumbuhan Tumor